Rahma02’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

HUKUM JUAL BELI KUCING

Posted by rahma02 pada Oktober 9, 2007

SOAL : Bolehkah jual beli kucing? Ditinjau dari segi harga, sangat menggiurkan lho Ustadz… (Luqman, Solo)

JAWAB :

a. Pertimbangan Syar’iy (Halal Haram) Wajib Diutamakan Daripada Faktor Keuntungan (Manfaat)

Memang benar yang Saudara katakan, bahwa jual beli kucing memang cukup menggiurkan. Betapa tidak, pada tahun 1997, harga seekor kucing Persia anakan berumur tiga bulan dijual dengan harga antara Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu. Tapi meski harganya mahal, perlu diingat biaya pakan kucing Persia ini juga mahal. Setiap bulan, biaya pakan per ekor mencapai Rp 1.000.000 (“Berbisnis Dari Hobi Memelihara Kucing Persia”, http://www.republika.co.id, Rabu, 16 Oktober 2002).

Namun demikian, bagi seorang muslim, pertimbangan utama adalah halal haramnya sesuatu, bukan pertimbangan keuntungan yang menggiurkan. Apa artinya keuntungan yang banyak tapi Allah tidak meridhainya karena Allah telah mengharamkannya?

Jadi, ketika suatu aktivitas bisnis telah diharamkan syariah, tetaplah ia tidak boleh dilakukan meskipun menghasilkan keuntungan besar. Sebab walau pun menghasilkan keuntungan besar, dosanya lebih besar lagi daripada keuntungannya sehingga wajib ditinggalkan.

Itulah sikap yang wajib dipegang oleh setiap muslim di seluruh dunia. Perhatikan dasar dari sikap tersebut dari firman Allah SWT (artinya) :

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah,’Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…” (QS Al-Baqarah [2] : 219)

Ayat di atas menjelaskan, bahwa judi dan khamr (minuman keras/beralkohol) adalah dosa besar. Namun Allah SWT sendiri tidak mengingkari adanya beberapa manfaat pada khamr dan judi. Misalnya saja keuntungan yang diperoleh pengusaha khamr atau bandar judi. Atau bisa juga berupa uang setoran yang diberikan para bandar judi kepada [oknum] aparat polisi.

Namun ayat tersebut segera saja melanjutkan, bahwa dosa khamr dan judi lebih besar daripada manfaat-manfaatnya. Artinya, walau pun menguntungkan, khamr dan judi tetap wajib ditinggalkan karena hukumnya haram, sesuai firman Allah SWT (artinya) :

“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji (najis) termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah najis itu agar kamu mendapatkan keberuntungan.” (QS Al-Maa`idah [5] : 90)

b. Hukum Jual Beli Kucing Adalah Haram
Hukum menjual belikan kucing adalah haram berdasarkan dalil hadits Nabi SAW dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah).
Dalil hadits Nabi SAW, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah RA bahwasanya Nabi SAW telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing (nahaa [an-nabiyyu] ‘an akli al-hirrah wa ‘an akli tsamaniha) (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, hadits shahih. Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Al-Shaghir, Juz II hal. 191).
Hadits Nabi SAW itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing. Jadi kita diharamkan memperdagangkan kucing sebagaimana kita diharamkan memakan daging kucing (Tentang haramnya memakan kucing lihat Asy-Syarbaini Al-Khathib, Al-Iqna`, Juz II hal. 273; Syaikh Zakariyya Al-Anshari, Fathul Wahhab, Juz II hal. 192).
Adapun dasar dari kaidah fiqih, adalah kaidah fiqih yang berbunyi :

Kullu maa hurrimaa ‘ala al-‘ibaad fabai’uhu haraam

(Segala sesuatu yang diharamkan atas hamba, maka memperjualbelikannya adalah haram juga) (Lihat Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, Juz II hal. 248).

Kaidah ini menjelaskan bahwa apa saja yang telah diharamkan syara’, maka diharamkan pula memperjualbelikannya. Baik sesuatu itu diharamkan memakannya (seperti babi, darah, bangkai, singa, elang, anjing), diharamkan meminumnya (seperti khamr), diharamkan membuatnya (seperti patung atau gambar makhluk bernyawa), atau diharamkan pada segi-segi yang lainnya.

Ketika sudah jelas bahwa syara’ mengharamkan kita untuk memakan daging kucing, maka haram pula menjual belikan kucing berdasarkan kaidah fiqih tersebut.

Dengan demikian, jelaslah bahwa menjual belikan kucing adalah haram berdasarkan dalil hadits Nabi SAW dan kaidah fiqih tersebut. Wallahu a’lam

Muhammad Shiddiq Al-Jawi

52 Tanggapan to “HUKUM JUAL BELI KUCING”

  1. rifani said

    mohon penjelasan jual beli pupuk kandang.

  2. emy said

    seharusnya kucing dibiarin aja……sbgmn hukum alam!

  3. emy said

    ya gpp jual beli pupuk kandang,krn dlm proses pembuatan pupuk terjadi proses scr alami

  4. Jules said

    emy Berkata:
    Mei 5, 2008 pada 6:53 am

    seharusnya kucing dibiarin aja……sbgmn hukum alam!

    Maaf enggak bersetuju. Kucing harus disayangi dan diberikan makanan

  5. cat said

    Masya Allah, saya baru tahu kalau jual beli kucing adalah haram… Terima kasih informasinya, kalau boleh penjelasan diatas saya copy, thx….

  6. mimikri said

    pak Ustadz kata web site yg dibawah ini mah, katanya halal…
    jd gimana ateuh pak Ustadz???

    http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/29297

  7. Aris said

    bagaimana hukumnya membeli kucing yg kemudian untuk di pelihara?
    niatnya adalah untuk memelihara bkn untuk menjual lg (memperdagangkan).

    Klo dari hadits yg di sampaikan adalah larangan memakan harga kucing.. berarti klo kita memelihara tidak apa. benarkah?

  8. hanief said

    assalmu’alaikum. w2.

    Afwan ustadz, apakah ada penjelasan tentang asbabun wurud daaari hadist yang tertulis diatas…?

    apakah “mengambil harga” itu termasuk semua jenis tujuan, atau “mengambil harga” dari binatang kucing yang jelas akan dimakan oleh pembelinya..?

    maaf kalo saya bertanya karena kekurangtahuan saya…

    terimakasih
    w3.

  9. fachri said

    kalo jual beli pupuk kandang setahu saya memang haram..
    sebab pernah di jelaskan,bahwa haramlah bagi seseorang yang memperjual-belikan kotoran atau barang barang najis..

  10. fulan said

    Bagaimana dengan baygon? kita gak boleh memakannya. Apakah haram juga menurut fiqh?

  11. fulan said

    maaf sebelumnya tapi tentunya dari sisi pandangan hadist seharusnya qt melihat apakah hadist tersebut dalilnya Shahih, Hasan, Mardud, Dhaif…sehingga nantinya dapat dipastikan halal atau haramnya sesuatu yg di permasalahkan…thx

  12. khior said

    saya masih bingung, bgmn dg link ini:

    http://www.syariahonline.com/pencarian.php?mod=view&id=29297&key=kucing

  13. tiara said

    wow……………..
    trims atas info.y

  14. hafizullah said

    Ya Ustadz, calon istri saya seneng banget dengan kucing Persia. Apakah boleh untuk membelinya, karena dia pengen banget untuk memeliharanya. atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    regards
    hafiz

  15. zaky said

    pak ustad,

    saya juga ingin mengadopsi kucing!
    saya jadi ragu ingin membeli kucing yang bagus!

    kalo masalah jual beli kucing itu haram!

    apakah sama artinya
    1-“bila kita ingin mengadopsinya kita cukup mengganti biaya hidup kucingnya saja di yang punya sebelumnya(makan,vitamin,vaksin, dan lain2 yang tidak murah)! dengan

    2-kita membeli kucing dengan harga 1 juta umur 3bulan!

    keterangan di atas mengartikan
    1. kita membayar harga makanan dan biaya hidup tuh kucing!sedangkan

    2. kita membayar/membeli kucing dengan harga tersebut!

  16. krisna said

    Sy bkn org yg pandai dlm urusan syariat agama. Tp sy cukup setuju dg pendapat sdr fulan diatas. Bhw di dalam menentukan halal dan haram thdp sgl sesuatu tdk semudah membalik tangan. Disampaikan bhw dalil tersebut adl dr hadist,dan kt jg tdk tau pasti ke shahih an hadist itu sendiri. K’lo tdk slh,ada ayat di dalam Al Qur’an yg menyatakan bhw kt dilarang utk mengharamkan sesuatu yg kt tdk tau persis/pasti dasarnya. K’lo tdk salah juga,hadist itu adl kumpulan riwayat perjalanan Rasulullah yg dicatat oleh para sahabat dan para ahli agama pd jaman itu,yg fungsinya sbg cermin teladan kehidupan manusia selanjutnya. Sepengetahuan sy,jangankan lg riwayat/sejarah pada jaman Rasulullah,sejarah bangsa ini sj (contoh super semar) yg baru puluhan tahun kt sdh tdk tahu pasti kebenaran dan keasliannya. Mhn maaf kpd semuanya yg mungkin tdk berkenan dg komen sy.

    • sucipto said

      Untuk saudaraku krisna:
      Memang dalam menentukan hukum Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh kepada istinbat dalil yang tepat dan pemahaman yang shahih. Maka ulamapun dalam mengeluarkan fatwa telah menempuh hal-hal tersebut. Perlu diketahui tidak ada kesamaran dalam agama Islam, semuanya jelas, salah orang yang beranggapan bahwa kebenaran itu diserahkan kepada Alloh dan kebenaran itu relatif, bukankah Alloh telah menurunkan Kitabullah dan mengutus para Rosulnya untuk memberi penjelasan kebenaran kepada manusia? Bukankah Rosulullah telah meninggalkan agama Islam ini dalam keadaan putih bersih, malamnya seperti siangnya?

      Bila anda menyamakan sejarah Indonesia dengan metode penulisan hadits, sungguh jauh sekali. Coba anda mempelajari ilmu mustolah hadits, niscaya anda akan kaget tentang bagaimana ketatnya ulama hadits mencatat hadits-hadits yang shahih dan memisah yang lemah. Sesungguhnya Alloh yang menurunkan Al-Qur’an dan Alloh yang akan menjaganya. Dan Alloh akan menjaga makna AL-Qur’an selama-lamanya, maka mana mungkin Alloh tidak menjaga hadits nabi padahal hadits menjelaskan makna Al-qur’an? Apakah Alloh menjaga huruf al-qur’an saja dan membiarkan maknanya ternoda?

  17. Jufriza Amir said

    Ass.WW,Maaf Ustad, saya sedikit belajar Al Quran. Didlam AlQuran jelas disebutkan yg diharamkan adalah makan babi, anjing, darah, bangkai kecuali ikan dan belalang dan binatang yg disembelih dengan tdk menyebut nama Allah, kecuali dlm keadaan terpaksa memakannya.Kucing tdk diharamkan didlm AlQuran, kalau hadis mengatakan haram menjual beli kucing, bukankah setiap yg sdh jelas didalam AlQuran tdk perlu diperdebatkan lagi dan hadis itu gugur krnnya apalagi dikatakan janganlah kamu mudah mharamkan sesuatu yg kamu tdk jelas.Klo setiap yg diharamkan menurut hadis haram diperjual belikan, bagaimana dgn penjual emas, sutra dst,WWs.

    • J RAHMAT said

      walakumsalam wr wb akhi subhanalloh…al-quran berjalan itu adalah rosululloh saw. jadi segala sesuatu yang datang dari rosulluh adalah penjabaran dari al-quran.baik dalam sarirohnya, surohnya dan sirohnya. nah termasuk jual beli kucing itu tidak dihalalkan tapi kalaukah mau dielat akadnya jangan jual bel kalau secara pikhiyah yaitu dengan cara menggantikan biyaya pemeliharaannya jadi jasanya akhi semoga mau dekat dengan ulama…

      • Fulan said

        Aswara.Afwan ustadz keSimpulannya adalah: hukum jual beli kucing adalah haram dan tidak sah, sehingga uang yang didapatkan dari jual beli tersebut adalah uang yang haram tetapi kalau hanya membeli apakah juga ikut dosa dan kalau kita membeli untuk di ambil manfaatnya bagaimana …..?.

        Dari Abuz Zubair, “Aku bertanya kepada Jabir mengenai uang hasil penjualan anjing dan kucing.” Jabir menjawab, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras hal tersebut.” (HR. Muslim, no. 4098)

        Ibnu Utsaimin mengatakan, “Realitanya, kucing itu bermanfaat, karena kucinglah yang memakan tikus, tokek, dan jangkrik. Sebagian kucing, ada yang berada di dekat seorang yang tidur, dan dada kucing tersebut bersuara dan memiliki gerakan tertentu. Jika ada hewan yang akan mendekati manusia yang sedang tidur tadi maka, dengan sigap, kucing tersebut menangkapnya. Jika dia mau, dia (kucing tersebut) bisa memakannya. Bisa juga, dia tinggalkan. Inilah manfaat kucing. Oleh karena itu, banyak ulama yang memperbolehkan jual beli kucing. Dalam Shahih Muslim, terdapat hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi larangan jual beli kucing.

        Karena itulah, para ulama berselisih pendapat. Ada ulama yang memperbolehkan jual beli kucing. Mereka mengatakan bahwa kucing yang di dalam hadis, (yang terlarang) untuk diperjualbelikan, adalah kucing yang tidak ada manfaatnya karena mayoritas kucing itu menyerang manusia. Akan tetapi, jika kita jumpai kucing peliharaan yang bisa diambil manfaatnya maka pendapat yang mengatakan bolehnya jual beli kucing tersebut adalah pendapat yang kuat karena adanya manfaat dalam objek transaksi.” (Asy-Syarh Al-Mumti’, jilid 8, hlm. 113–114)

      • biah said

        diharamkan binatang yg bertaring dan berkuku tajam. kucing bertaring dan berkuku tajam, jadi jelas haram

  18. fariz said

    kalo saya membeli kucing untuk di pelihara bukan untuk di jual lagi bagaimana apakah haram….????
    kan saya merawat kucing kan sama seperti saya mengadopsi anak yatim piatu gtu gk dpet phala ya???

  19. ummy said

    salamu alaikum warahmatullah hiwabarakatu. pak Ustad . di rumah saya banyak sekali kucing kucing kampung atau pun anggora. saya tidak memebeli nya.. saya di kasi hadiah. saya tida tega untuk membuang nya. / kucing kampung . atau yang anggora. saya tidak relah memberikan poda orang yang tidak menyayangi nya atau tidak mampu membiayayai nya. dengan baik. yang jadi masala kucing anggora itu beranak pinak. ada yang adopsi. ingin memberi kan saya pengganti. makan untuk yang lain. saya tidak. mau terima. karean saya takut salah atau haram. sementara kucing saya . beranak lagi. perlu obat dan makanan. kalau saya jual untuk biaya hanya intuk kucing itu apa kan juga haram ?? sungguh saya takut sekali berbuat haram,. mohon penjelasan nya.

  20. Vitria said

    Assalamu’alaikum Ustadz…

    Saya punya beberapa ekor kucing dirmh, tepatnya 8 ekor, banyak sekali teman2 saya yg ingin memeliharanya, jika saya berikan dengan niat tidak memperjual belikan tetapi meminta sedikit ganti untuk biaya perawatan apakah itu kategori haram, biaya yg saya minta ke mereka adalah sekian kg makanan kucing, bagaimana Ustadz, syukron…

    Wassalamu’alaikum

  21. regi said

    assalamu’alaikum …

    izin bertanya pak.. pertanyaannya sederhana.. Mengapa hadits tersebut mengharamkan jual-beli kucing ?. apakah dampak negatif dari jual beli kucing ?.

  22. Maman said

    usatad di kucing di jual haram??
    tp ustad kan kucing di jual untuk diplihara dan disayang majikanya??
    klo kucingnya itu lucu ustad cobak deh ustad bayangin….pasti pengen beli & pelihara & cubit2 hidung & bulunya??

    • irul said

      jual beli kucing hukumnya tidak sah, sebagaimana hadits yang ada di kitab shahih muslim, dan juga ada qoidah usul fiqh yang menjelaskan bahwa ” segala sesuatu hukumnya boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya” jadi dua dasar diatas sudah jelas bahwa jual beli kucing tidak sah

  23. GOBLOKKK…. BELAJAR SYARIAH DIMANA LUUU??

  24. “Ketika sudah jelas bahwa syara’ mengharamkan kita untuk memakan daging kucing, maka haram pula menjual belikan kucing berdasarkan kaidah fiqih tersebut.”

    yang saya tangkap dari kalimat ente, memang jelas kucing itu haram untuk dimakan,.tapi kan tujuan menjual kucing tersebut bukan untuk dimakan,.tidak seperti menjual sapi yang jelas untuk dimakan…mengapa ente sangkut pautkan dengan haramnya memakan kucing sehingga menjualnya pun menjadi haram? klo begitu menjadi haram juga menjual binatang peliharaan yang lain kah? karena banyak binatang peliharaan itu haram untuk dimakan…

  25. antihorror said

    Ini ustad gadungan kali ya…..
    Kucing tuh kan binatang peliharaan nabi….
    Apa tidak boleh di pelihara dan di jaga oleh manusia????
    kalo saya beli berarti saya menjaga kucing seperti yang di lakukan nabi…..
    Maaf jika saya menyinggung…..

    • Haram diperjual belikan bro..DIPERJUALBELIKAN bukan dimakan. Makanya kalo belajar ilmu Islam yang lengkap. Kalau akadnya bukan jual beli gapapa, misal diadopsi kaya di Amrik sono. Kalau dianggap barang bisa diperjual belikan ntar kucingnya bisa dimakan juga kaya beberapa sodara kita non Muslim.

  26. Kili Pringgodigdo said

    kalau seseorang menyayangi kucing, ia tidak akan memperdagangkannya. pedagang kucing pasti bukan penyayang kucing.

    bagi saudara2 yg ingin memelihara, ada banyak cara untuk mendapatkan kucing. adopsi (adopsi itu bukan menukar dgn uang) dari shelter2, tempat penampungan hewan terlantar atau lebih baik lagi: memungut kucing di jalan yang jelas2 sangat membutuhkan kasih sayang. itu kalau tujuan anda berbagi kasih sayang dengan mahluk yang lemah. bukan untuk barang pameran atau menghibur anda semata. kalau anda adalah manusia yang masih memilih2 jenis kucing untuk disayang, di shelter banyak sekali kucing ras hasil rescue dari jalanan atau dari pemilik yang tidak lagi sayang pada mereka karena sakit, tidak sanggup merawat, atau bahkan bosan.

    bagi anda yang masih ingin uang pengganti makanan untuk kucing yang anda hibahkan, apakah anda tidak ikhlas saat merawat mereka dan memberi mereka makan sampai harus diganti orang lain? kucing2 itu saat anda beri makanan, memang mereka tidak bisa membayar anda, tapi mereka memberi anda kebahagiaan…

  27. [...] Hukum Jual Beli Kucing Adalah Haram! (Sumber: http://rahma02.wordpress.com/2007/10/09/hukum-jual-beli-kucing/). [...]

  28. Caca CatShop said

    Wah.. Klo gitu saya ragu nieh.. Pdahal.. Saya hmpir nangis bc artikel ini.. Tp sya ttp beli.. Dan mga aja ttp baek2 aja.2 :)

  29. [...] Hukum Jual Beli Kucing Adalah Haram! (Sumber: http://rahma02.wordpress.com/2007/10/09/hukum-jual-beli-kucing/). [...]

  30. tyo said

    saya suka sekali dengan kucing sehingga saya membeli kucing persia untuk dipelihara namun bukan untuk diperjual belikan, apakah tindakan saya haram membeli kucing untuk dipelihara, dirawat dan kasih sayang???

  31. Dicka said

    Kucing itu cuma haram dimakan dagingnya aja,.. .
    Klo jual beli sih gpp deh kayanya,…
    Soalnya harga beberapa kucing RAS memang mahal karena biaya perawatan/perkembang biakannya jga mahal,..
    Jdi mnurut saya syah2 sja

  32. Kabayan said

    Saya pernah baca, memang ada 2 “kubu” yg memperdebatkan hadits trsebut. Tapi mayoritas adalah ulama yg memperbolehkan jual beli kucing. Hal itu didasarkan pada riwayat2 hadits tsb yg dhaif (lemah). Rasul memelihara dan menyayangi kucing, juga MELARANG menganiaya kucing apalagi memakannya artinya memang kucing itu hewan yg bernilai. Hal ini sama sperti sapi, kambing, keledai yg mempunyai nilai manfaat dan dperjual belikan. Juga didasarkan pada hadits yg mnerangkan bahwa Rasul pernah mmperbolehkan seorang anak memelihara burung dalam sangkar, slama dipelihara dgn baik dan diberi makan juga diberi afeksi /kasih sayang. Mayoritas ulama juga menjelaskan bahwa kucing yg tidak dperbolehkan dijual belikan adalah kucing liar, krn tidak memberi manfaat, menyerang manusia (rabies). Suatu hadits itu memang harus dicerna dlu dgn baik, beda dgn dalil AlQuran yg mutlak. Jadi semua trgantung kita sendiri mau ikut golongan ulama yg mana.

    • riki said

      Memelihara mah dari dulu juga boleh pak..yg Haram itu di jual belikan … Hadits yg melarang jual beli kucing ada di Hr Muslim, Tirmidzi, Abu Daud Dll, apa nya yg perlu di cerna pak…udah jelas haram…Ngapain merujuk kitab kitab ulama yg bertentangan dengan hadits Nabi Langsung…Kalo orang Islam itu ya Kitabnya ALQuran dan hadits bukan pendapat ulama….Tinggal pilih Taat Nabi Muhammad atau pendapat ulama yg katanya mayoritas…pilihan anda pak….

  33. Jual beli kucing dan keledai jinak bila diambil manfaatnya maka dibolehkan kalau dimakan dagingnya diharamkan, saya pernah bertanya disaat ta’lim kitab bulughul maram.

  34. kucingku said

    penjelasan haram tidaknya bisa dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=rUXt-quXdM8

  35. riki said

    Apapun alasannya jual beli kucing itu HARAM. Kalo alasannya untuk menutupi biaya perawatan sah sah saja tp dengan Syarat uangnya tidak boleh dimakan tp untuk biaya perawatan kucing yg lain misalnya, Tapi kalo merawat kucing dengan niat di adopsikan ke orang lain agar mendapat uang ya jelas Haram uangnya untuk dimakan. Nabi tidak membedakan kucing liar ataupun kucing yg bermanfaat intinya Haram. Hadits yg menyatakan Haram ada di 5 Hadits Shahih, jika ada Kitab2 aneh yg menyatakan Halal jelas ngawur dan menyalahi hadits pastinya, Org Islam Mau taat sama Nabi yg melarang apa ulama ulama yg bilang halal ? Membeli kucing pun hukumnya haram karena melancarkan transaksi jual beli Haram meskipun niatnya memelihara

  36. iben said

    Yang haram itu memakan uang hasil penjualan kucing ,jika kita membeli dengan niat memelihara itu tidak apa2. ya mungkin gitu

  37. Roi Dagger said

    Dalil hadits Nabi SAW, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah RA bahwasanya Nabi SAW telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing (nahaa [an-nabiyyu] ‘an akli al-hirrah wa ‘an akli tsamaniha) (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, hadits shahih. Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Al-Shaghir, Juz II hal. 191)

    TAPI YANG SAYA INGIN TAU, SEPERTI APA YANG DIKATAKAN SAUDARA HANIEF DIATAS, APAKAH “MENGAMBIL HARGA” ITU TERMASUK SEMUA JENIS TUJUAN, ATAU “MENGAMBIL HARGA” DARI BINATANG KUCING YANG JELAS AKAN DIMAKAN OLEH PEMBELINYA..? ….COBA DIPERTIMBANGKAN LAGI…SOALNYA BANYAK JUGA ULAMA2 YANG ILMU AGAMA NYA JAUH DIATAS ANDA YANG MEMBOLEHKAN JUAL BELI KUCING DENGAN SYARAT TUJUAN UNTUK DIPELIHARA BUKAN DIAMAKAN….

  38. Roi Dagger said

    apa yang diriwayatkan Hadist itu kan juga tidak semata2 kita cerna secara mentah2…perlu penafsiran lagi yang dalam….Jaman Rasullulah dulu tidak sama dengan sekarang gan…Mungkin jaman Rasullulah dulu kucing masih banyak tersebar dimana2 dan dilarang diperjual belikan karena dikawatirkan akan dikonsumsi dagingnya…Tapi sekarang hampir mustahil orang akan mengkonsumsi daging kucing kecuali orang itu orang tidak waras…
    Lagi pula kalau menurut saya orang yang membeli kucing itu hampir bisa dipastikan dia seorang cat lovers dan tidak mungkin dia akan menyiksa atau menelantarkan kucing tersebut, gak mungkin dong dia mau membeli kucing mahal2 kalau akhirnya ditelantarkan. Sementara orang yang hanya dikasih ada kemungkinan suatu saat dia akan menelantarkan kucing tersebut karena merasa dia tidak berkorban untuk memperoleh kucing tersebut…(pengalaman pribadi)

  39. Roi Dagger said

    Jujur saja saya pernah memberikan anak dari kucing saya kepada seseorang…tapi pada kenyataannya kucing tersebut malah tidak dirawat dengan baik sehingga kucing tersebut akhirnya mati…ironisnya mayat kucing tersebut juga tidak dia perlakukan dengan baik dan malah dibuang ke sungai….

  40. Hendra said

    Anda di halaman: Home Muamalat Hukum Menjual Kucing
    Senin, 29 Jamadil Awal 1435 H/ 31 Maret 2014
    Home
    Yayasan
    Profil
    Struktur
    Kajian
    Tafsir
    Hadits
    Fiqh
    Tazkiyatun Nafsi
    Fatwa
    Dunia Islam
    MUI
    Ormas
    Bayan
    Kirim Pertanyaan
    Donasi

    Hukum Menjual Kucing

    Assalamu’alaikum wr wb

    Pertanyaan:

    ustadz, Mohon informasi apakah benar jual beli kucing itu HARAM? jika benar, apa dasarnya dan jika tidak apa pula dalilnya. bagaimana dg jual beli hewan peliharaan lain, misal burung, ular, ayam, hamster, dll?

    Terima kasih banyak. jaza kallah khoiron. Wa’alaikum salam wr wb.

    Jawaban:

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Para ulama berbeda pendapat terkait dengan boleh tidaknya memperjualbelikan kucing. Sebagian ulama di antaranya kalangan zhahiriyyah berpendapat bahwa memperjualbelikan kucing hukumnya haram.

    Dalilnya adalah riwayat dari Imam Muslim yang berasal dari Abu al-Zubeyr ra bahwa suatu ketika ia bertanya kepada Jabir tentang harga (jual beli) anjing dan kucing. Jabir ra menjawab bahwa Nabi saw melarangnya.

    Namun menurut sebagian besar ulama memperjualbelikan kucing hukumnya boleh. Hal ini seperti pandangan Ibnu Abbas, al-Hasan, Ibn Sirin, Hammad, Malik, al-Tsauri, al-Syafii, Ishak, Abu Hanifah dan sejumlah ulama lainnya. Adapun larangan untuk memperjualbelikannya seperti yang terdapat dalam hadist Nabi saw di atas menurut Imam an-Nawawi terkait dengan kucing liar karena tidak memberikan manfaat. Atau bisa juga maksudnya adalah larangan yang bersifat tanzih bukan mengarah pada pengharaman.

    Adapun terkait dengan berbagai hewan lainnya, maka sebagian ulama menetapkan kaidahnya. yaitu bahwa sepanjang hewan tersebut tidak najis, tidak berbahaya, dan memberi manfaat secara syar’i maka boleh diperjual belikan. detilnya dapat dilihat pada jawaban kami lainnya.

    Wallahu a’lam bish-shawab

    Wassalamu alaikum wr. wb.

    MP3 Ceramah

    Manajemen waktu

    Kategori Konsultasi

    Aqidah
    Ekonomi Islam
    Fiqih Wanita
    Haji
    Ibadah
    Masalah Umum
    Muamalat
    Nikah & Keluarga
    Puasa
    Shalat
    Sosial Politik
    Tafsir Hadits
    Thaharah
    Warisan
    Zakat
    Jadwal Kegiatan

    Jadwal Ceramah
    Seminar
    Teknisi

    CALL CENTER/OFFICE:
    021-8575426
    Supported by LebahMadu.net
    All Rights Reserved

  41. wahyu said

    ada nabi yang memelihara kucing
    tapi dia tidak memperjual belikannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: