Rahma02’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sabar Menghadapi Cobaan

Posted by rahma02 pada Oktober 9, 2007

Sabar Menghadapi Cobaan

Sabar itu ada batasnya! Begitulah terkadang orang mengungkapkan kekesalannya ketika dinasihati agar bersabar. Namun bagaimana sesungguhnya sabar itu? Ayat-ayat dan hadits berikut memberikan tuntunan untuk kita dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan cobaan ini.

Allah berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ أَلاَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (TQS. Al-Baqarah [2]: 214)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ۞ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (TQS. Al-Baqarah [2]: 155-157)

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (TQS. Ali ‘Imran [3]: 186)

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (TQS. Al-Zumar [39]: 10)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu… (TQS. Ali ‘Imran [3]: 200)

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (TQS. Asy-Syura [42]: 43)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (TQS. Al-Baqarah [2]: 153)

· Rasulullah saw. bersabda:

«إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ صَبَرَ فَلَهُ الصَّبْرُ وَمَنْ جَزِعَ فَلَهُ الْجَزَعُ»

Sesungguhnya Allah Azza wajalla jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang sabar, maka kesabaran itu bermanfaat baginya. Dan barangsiapa marah, maka kemarahan itu akan kembali kepadanya. (HR. Imam Ahmad).

· Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan jalan Mus’ab bin Said dari ayahnya ia berkata, Aku berkata; Wahai Rasulullah saw., siapa manusia yang paling berat cobaannya? Rasulullah saw. bersabda:

«اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ مِنْ النَّاسِ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلاَبَةٌ زِيدَ فِي بَلاَئِهِ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَ عَنْهُ وَمَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَمْشِيَ عَلَى ظَهْرِ اْلأَرْضِ لَيْسَ عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ»

Para Nabi, kemudian orang-orang yang shalih, kemudian orang-orang yang terbaik dan teladan. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila ia kuat dalam agamanya, maka ujian akan semakin ditambah. Apabila agamanya tidak kuat, maka ujian akan diringankan darinya. Tidak henti-henti ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini dengan tidak memiliki kesalahan sedikit pun.
· Dari Abu Malik Al-Asy’ari ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

«…وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ…»

…Sabar adalah cahaya… (HR. Muslim)

· Dari Abu Said Al-Khudri ra., sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:

«…وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ»

Barangsiapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran. (Mutafaq ‘alaih)

· Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

«…وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ»

……jika ia ditimpa dengan kesulitan, maka ia akan bersabar, dan kesabaran itu adalah kebaikan baginya. (HR. Muslim)

· Dari Anas ra., ia berkata; suatu ketika Nabi saw. menghampiri seorang wanita yang menangis di dekat kuburan, kemudian Nabi bersabda:

«اتَّقِي اللهَ وَاصْبِرِي قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِي وَلَمْ تَعْرِفْهُ فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ اْلأُولَى»

Bertakwalah engkau kepada Allah dan bersabarlah. Wanita itu berkata, “Menjauhlah engkau dariku!Anda tidak ditimpa musibah yang telah menimpaku ” Wanita itu tidak mengenal Rasulullah saw. Kemudian dikatakan kepada wanita itu bahwa yang berkata tadi adalah Rasulullah saw. Wanita itu lalu mendatangi rumah Nabi saw. tapi ia tidak menemukan penjaga pintu, sehingga ia masuk ke rumah Nabi dan berkata, “Aku tidak mengenal engkau.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu pada saat pertama ditimpa musibah.” (Mutafaq ‘alaih)

· Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

«يَقُولُ اللهُ تَعَالَى مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلاَّ الْجَنَّةُ»

Allah berfirman, “Seorang hamba yang Aku ambil kekasihnya dari penghuni dunia kemudian ia bersabar, maka tidak ada balasan apapun baginya kecuali surga. (HR. Bukhari)

· Dari ‘Aisyah ra., ia bekata; aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang penyakit thaun. Kemudian Rasulullah saw. memberitahukan kepadanya:

«أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ»

Sesungguhnya thaun itu dahulu adalah siksa yang dikirim Allah kepada orang yang dikehendaki-Nya. Kemudian Allah menjadikannya rahmat bagi orang-orang yang beriman. Karena tidaklah seorang hamba yang tinggal di negerinya yang tengah terjangkit thaun, lalu ia bersabar dan mengharap ridha Allah; ia meyakini bahwa tidak akan ada yang menimpanya kecuali perkara yang telah ditetapkan Allah, melainkan ia akan mendapatkan seperti pahala orang yang syahid. (HR. Bukhari)

· Dari Anas ra., ia berkata; aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:

«إِنَّ اللهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ»

Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya (dibutakan kedua matanya) kemudian ia bersabar, maka Aku akan menggantikan kedua matanya tersebut dengan Surga untuknya. (HR. Bukhari)

· Dari Atha Ibnu Abi Rabbah, ia berkata; telah berkata kepadaku Ibnu Abas ra., apakah tidak perlu aku memperlihatkan kepadamu seorang wanita penghuni surga? Aku berkata, “Tentu saja sangat perlu.”; maka Ibnu Abas berkata:

«هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللهَ أَنْ يُعَافِيَكِ قَالَتْ أَصْبِرُ قَالَتْ فَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللهَ أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا»

Dia adalah wanita yang hitam ini. Ia datang kepada Nabi saw. seraya berkata, “Ya Rasulullah!, Aku biasa terkena ayan dan auratku suka tersingkap karenanya, maka berdoalah kepada Allah untukku.” Rasulullah saw. bersabda, “Jika engkau mau bersabar maka bagimu Surga. Tapi jika engkau mau, maka aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.” Wanita itu berkata, “Aku akan bersabar saja. Tapi auratku suka tersingkap, maka berdoalah untuku agar auratku tidak tersingkap.” Kemudian Rasulullah saw. berdoa untuknya. (Mutafaq ‘alaih)

· Dari Abdullah bin Abi Aufa ra.:

«أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي بَعْضِ أَيَّامِهِ الَّتِي لَقِيَ فِيهَا الْعَدُوَّ يَنْتَظِرُ حَتَّى إِذَا مَالَتْ الشَّمْسُ قَامَ فِيهِمْ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَاسْأَلُوا اللهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوفِ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ اْلأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ»

Sesungguhnya Rasulullah saw. di sebagian waktunya ketika perang, beliau menunggu hingga matahari condong ke Barat. Kemudian beliau berdiri di hadapan kaum Muslim dan bersabda, “Wahai manusia, janganlah mengharap bertemu dengan musuh, dan mintalah keselamatan kepada Allah. Tapi jika kalian bertemu dengan musuh maka bersabarlah. Dan ketahuilah bahwa surga ada di bawah bayang-bayang pedang.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, Dzat yang menurunkan kitab, yang menjalankan awan, dan menghancurkan pasukan Ahzab (sekutu); hancurkanlah mereka dan tolonglah kami untuk mengalahkan mereka.” (Mutafaq ‘alaih).

Khatimah

Dalam situasi dan kondisi Islam yang terasing, bahkan di negeri-negeri Islam sendiri, seperti hari ini, maka perjuangan untuk meninggikan Islam dan memuliakan kaum muslimin membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Karena banyak sekali fitnah-fitnah yang terjadi. Namun dalam suatu hadits dikatakan bahwa, siapa saja yang menghidupkan sunnah Nabi (seluruh ajaran Islam) pada saat rusaknya umat beliau (manusia yang hidup antara diutusnya beliau hingga akhir zaman), dia akan mendapatkan pahala 100 orang yang mati syahid! Dan Allah SWT berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (TQS. Al-Baqarah [2]: 155).

Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar. Allahumma Amiin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: